Saturday, September 22, 2012

Definisi dan konsep Politik serta Ilmu Politik


1.      Beberapa pengertian Politik dari beberapa filsuf dunia adalah :
*        Menurut Aristoteles, Politik merupakan suatu usaha untuk mencapai masyarakat politik (polity) yang terbaik.
*        Menurut Rod Hague, Politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok – kelompok mencapai keputusan – keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan – perbedaan di antara anggota – anggotanya.
*        Menurut Andrew Heywood, Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat, mempertahankan, dan mengamandemen peraturan – peraturan umum yang mengatur kehidupannya, yang berarti tidak terlepas dari gejala konflik dan kerjasama.
*        Menurut Peter Merkl, Politik dalam bentuk paling buruk adalah perebutan kekuasaan, kedudukan dan kekayaan untuk kepentingan diri sendiri.
*        Menurut Joyce Mitchell, Politik adalah pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijakan umum untuk masyarakat seluruhnya.
*        Menurut Karl W. Deutsch, Politik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum.
*        Menurut Miriam Budiarjo politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu system politik atau Negara yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan system itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu.
*        Menurut Inu Kencana Syafiie, politik dalam bahasa Arabnya disebut “siyasyah” atau dalam bahasa Inggris “politics”. Politik itu sendiri berarti cerdik dan bijaksana.

Sedangkan pengertian Ilmu Politik menurut beberapa pakar adalah :
*        J.K. Bluntschli berpendapat bahwa Ilmu Politik merupakan ilmu yang menyangkut tentang ketatanegaraan.
*        Prof. Mr. Dr. J. Barents memiliki pendapat bahwa Ilmu Politik adalah ilmu yang mempelajari penghidupan negara. Ilmu politik diserahi tugas untuk menyelidiki negara – negara itu sebagaimana negara – negara itu melakukan tugas – tugasnya.
*        R.M. Mac Iver berpendapat bahwa ilmu politik adalah kumpulan pengetahuan yang sistematis tentang negara, tentang keadaan – keadaan yang menimbulkan berbagai tipe pemerintahan, tentang ciri -  ciri dari berbagai tipe pemerintahan ini, tentang hubungan antara pemerintah dan yang diperintah dalam berbagai masa sejarah, tentang cara – cara bagaimana pemerintah itu melaksanakan fungsi – fungsinya menurut macamnya masing – masing dan seterusnya.
*        Goerge Simpson berpendapat bahwa Ilmu Politik itu berhubungan dengan suatu bentuk kekuasaan, jalan untuk mendapatkan kekuasaan, pembelajaran tentang kekuasaan suatu institusi, serta perbandingan dari sistem kekuasaan yang berbeda.
*        Soelaeman Soemardi memiliki pendapat bahwa Ilmu Politik, sebagai suatu ilmu pengetahuan kemasyarakatan, mempelajari masalah kekuasaan dalam masyarakat : sifat hakekatnya, dasar – landasannya, proses – proses kelangsungannya, luas – lingkungannya serta hasil – akibatya.
*        Dr. Deliar Noer berpendapat bahwa Ilmu Politik adalah ilmu yang memusatkan perhatiannya pada masalah kekuasaan dalam kehidupan bersama atau masyarakat.
*        Prof. Iwa Kusuma Sumantri, SH. memiliki pandangan bahwa Ilmu Politik ialah ilmu yang memberikan  pengetahuan tentang segala sesuatu kearah usaha penguasaan negara dan alat – alatnya atau untuk mempertahankan kedudukan atau penguasaannya atas negara dan alat – alatnya itu, dan/atau untuk melaksanakan hubungan – hubungan tertentu dengan negara lain atau rakyatnya.
*        Menurut Garner dan Frank Goodnow menyatakan bahwa ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari lingkungan kenegaraan.
*        Seely dan Stephen leacock berpendapat bahwa ilmu politik merupakan ilmu yang serasi dalam menanggani pemerintahan.

Dari pengertian diatas, dapat dijabarkan bahwa konsep-konsep dasar Ilmu Politik
adalah sebagai berikut:
a. Negara
Menurut Prof. Miriam Budiarjo, Negara adalah suatu daerah teritorial yang rakyatnya
diperintah (governed) oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari warga negaranya ketaatan pada peraturan perundang-undangan melalui penguasaan (control) monopolistis dari kekuasaan yang sah.
Menurut Roger H. Soltau, Negara adalah alat (agency) atau wewenang (authority)
yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama, atas nama masyarakat.
Syarat berdirinya suatu negara adalah memiliki wilayah, penduduk, pemerintah, dan
kedaulatan. Sifat–sifat Negara adalah memaksa, monopoli, dan mencakup semua. Sedangkan tujuan akhir negara adalah menciptakan kebahagiaan bagi rakyatnya (bonum publicum, common good, common wealth).

b. Kekuasaan
Kekuasaan merupakan kemampuan seseorang atau suatu kelompok untuk
mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan /tujuan dari perilaku.(Miriam Budiarjo)
Menurut Harold D. Laswell dan A. Kaplan dalam Power and Society: “ Ilmu Politik
mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan.”
Sedangkan menurut W.A Robson dalam The University Teaching of Social Sciences:
“Ilmu Politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, … yaitu sifat hakiki, dasar, proses-proses, ruang lingkup dan hasil-hasil. Focus perhatian sarjana ilmu politik…tertuju pada perjuangan untuk mencapai atau mempertahankan kekuasaan, melaksanakan kekuasaan atau pengaruh atas orang lain, atau menentang pelaksanaan kekuasaan itu.”

c. Pengambilan Keputusan
Keputusan (decision) adalah membuat pilihan diantara beberapa alternatif, sedangkan istilah Pengambilan Keputusan (decision making ) menunjuk pada proses memilih berbagai aternatif yang ada untuk kebijakan publik. Pengambilan keputusan sebagai konsep pokok dari politik menyangkut keputusan-keputusan yang diambil secara kolektif dan yang mengikat seluruh masyarakat. Keputusan-keputusan itu dapat menyangkut tujuan masyarakat, dapat pula menyangkut kebijakasanaan-kebijaksanaan untuk mencapai tujuan tersebut (Miriam Budiarjo).
“The process of making government policies” (Ranney)

d. Kebijaksanaan Umum (public policy)
Merupakan suatu keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau oleh kelompok politik dalam usaha memilih tujuan-tujuan dan caa-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Pada prinsipnya pihak yang membuat kebijsanaan tersebut memiliki kekuasaan untuk melaksanakannya. (Miriam Budiarjo)

e. Pembagian (distribusi) dan alokasi (allocation)
Merupakan pembagian dan penjatahan dari nilai-nilai (values) dalam masyarakat. Menurut para ahli politik membagikan dan mengalokasikan nilai-nilai secara mengikat dan seringkali pembagian ini tidak merata dan karena itu menyebabkan konflik.


2.      Dari beberapa teori serta konsep diatas, dapat disimpulkan bahwa Politik adalah
kegiatan dimana suatu kelompok atau bangsa mencapai sebuah keputusan bersama melalui cara membuat, mempertahankan, dan mengamandemen peraturan – peraturan umum yang mengatur kehidupannya demi tercapainya keputusan – keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat dan/atau demi perebutan kekuasaan, kedudukan dan kekayaan untuk kepentingan diri sendiri.
Sedangkan pengertian Ilmu Politik adalah ilmu yang berkaitan dengan pemerintahan
dan memberikan  pengetahuan tentang segala sesuatu kearah usaha penguasaan negara dan alat – alatnya atau untuk mempertahankan kedudukan atau penguasaannya atas negara dan alat – alatnya itu, dan/atau untuk melaksanakan hubungan – hubungan tertentu dengan negara lain atau rakyatnya.

No comments:

Post a Comment