Monday, April 29, 2013

Pendekatan Ilmu Politik



Pendekatan Ilmu Politik
dalam materi perkuliahan Teori Politik I, Juwita Hayyuning Prastiwi, S.IP., M.IP.,
Kamis, 25 April 2013

Dalam Ilmu Politik, digunakan pendekatan-pendekatan dalam kajiannya. Secara umum, dikenal 3 pendekatan dalam Ilmu Politik, yaitu :
a.      Pendekatan Tradisional
Pendekatan tradisional adalah pendekatan yang bersifat normatif-preskiptif dan didasarkan atas aspek nilai, bersifat filosofis, historis-yuridis dan kualitatif. Dalam perspektif pendekatan tradisional, sampel merupakan gambaran perilaku populasi secara keseluruhan.
b.      Pendekatan Behavioral
Pendekatan behavioral merupakan pendekatan Ilmu Politik berdasar atas empirisme yang didasarkan atas adanya skeptisme. Bersifat empirik-eksplanatif, pendekatan behavioral memiliki dasar interdisipliner, kuantitatif, verifikasi dan sistematis.
Pendekatan behavioral berfungsi untuk meneliti perilaku individu maupun kelompok dengan menggunakan logika positivisme yang bersifat :
-         Objektif / bebas nilai,
-         Fenomenalisme, yaitu merupakan realita yang terdiri atas impresi-impresi,
-         Reduksionisme, yaitu mengurangi realitas menjadi fakta yang diamati, dan
-         Mekanisme, yaitu semua gejala dapat dijelaskan dengan prinsip-prinsip sistem-sistem mekanis.

Perbedaan mendasar antara pendekatan tradisional dan pendekatan behavioral
Pendekatan Tradisional
Pendekatan Behavioral
Didasarkan atas nilai dan norma
Didasarkan atas fakta
Bersifat filosofis
Bersifat Empiris
Historis-Yuridis
Sosiologis-Psikologis
Non-Kuantitatif
Kuantitatif

c.       Pendekatan Post-Behavioral
Pendekatan post-behavioral dalam Ilmu Politik merupakan relevansi atas behavioralisme dan bergerak ke arah relativisme. Post-behavioral memandang bahwa tidak ada yang bebas nilai dalam sebuah kajian keilmuan.
Teori Emansipatoris
Merupakan teori yang kajiannya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
-         Berpikir kritis dan selalu curiga (skeptisme)
-         Berpikir secara historis
-         Tidak memisahkan teori dan praksis, tidak melepaskan fakta dan nilai.

Wednesday, April 24, 2013

Tata cara menggunakan One-Sample T test dan Paired-Sample T test dalam statistika sosial.



a.    Tata cara penganalisisan One-Sample T test dalam data. (digunakan SPSS).
Contoh dalam soal : sebuah pabrik rokok ingin menghitung jumlah penjualannya selama 27 hari. Apabila target rata-rata yang diinginkan perusahaan adalah 15 per hari. Berikut data penjualan yang ada :
Hari ke-
Rokok
1
14
2
15
3
15
4
17
5
12
6
11
7
18
8
14
9
13
10
14
11
15
12
16
13
14
14
14
15
12
16
16
17
19
18
20
19
16
20
11
21
15
22
16
23
14
24
16
25
13
26
15
27
13
Dari data diatas, dapat diolah menjadi seperti berikut :
1.      Buka SPSS, lalu ke variable view, kemudian tulis judul analisa di tabel name dengan widht 8 dan decimal 0 serta measure scale.
2.      Masukkan data ke dalam data view
3.      Pilih analyze kemudian compare means lalu klik one-sample T test.
4.      Klik arah panah ke kanan untuk memindahkan data ke program lalu pilih options, isi confidence interval precentage 95% dan pilih missing values berupa exclude cases analysis by analysis, lalu klik continue.
5.      Masukkan test value senilai yang diinginkan (dalam contoh soal adalah 15), klik ok,
dan akan keluar hasil seperti berikut :
Artinya adalah data tersebut memiliki nilai rata-rata 83,45 ; simpangan baku 6,083 ; serta t hitung -4,816.

b.    Tata cara penganalisisan Paired-Sample T test dalam data. (digunakan SPSS).
Contoh dalam soal : sebuah perusahaan ingin melakukan tes adakah pengaruh pelatihan terhadap peningkatan produksi karyawannya. Berikut datanya :
No.
Sebelum pelatihan
Sesudah pelatihan
1
140
150
2
154
150
3
164
170
4
156
160
5
160
174
6
160
162
7
162
168
8
156
156
9
160
170
10
156
150
11
170
176
12
166
164
13
150
150
14
182
186
15
170
174

Data tersebut dapat dianalisa dengan cara sebagai berikut :
1.      Buka SPSS, lalu ke variable view, kemudian tulis judul analisa “sebelum dan sesudah” di tabel name dengan widht 8 dan decimal 0 serta measure scale.
2.      Masukkan data ke dalam data view.
3.      Pilih analyze kemudian compare means lalu klik paired-sample T test.
4.      Klik arah panah ke kanan untuk memindahkan dua data ke program lalu pilih options, isi confidence interval precentage 95% dan pilih missing values berupa exclude cases analysis by analysis, lalu klik continue.
5.      Klik ok,
      dan akan keluar hasil seperti berikut :













nb : apabila ditemukan kesalahan dalam penganalisaan data dikarenakan adanya miskomunikasi dalam pencatatan data.